Penting P2DB 2013

Segera Lengkapi Syarat P2DB
1. Isi dan kirim data online
2. Kirim bukti transfer via E-mail

(ppdb.smaitaby@gmail.com)

Materi Tes P2DB

1. AKADEMIK
(Mtk, B-Ing, IPA, B-Ind, PAI)
2. QURAN
(Baca tulis dan Hafalan)
3. Tes Kepribadian
(wawancara)

Labels

SAHABAT

Visitor

Doa Memohon Kesucian Jiwa

Berikut ini adalah Doa Memohon Kesucian Jiwa.
 
DOA MEMOHON KESUCIAN JIWA


اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا

(Alloohumma aatii nafsii taqwaahaa wazakkihaa Anta khoirun man zakkaahaa Anta waliyyuhaa wamaulaahaa)

Artinya :
Yaa Allah anugerahkanlah ketaqwaan kepada diriku dan sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya dan Engkaulah yang mengurusi serta memilikinya

Keterangan :
Doa ini diambil dari hadits riwayat Muslim


* Sumber : http://www.bersamadakwah.com/ 

AYAH...

Ayah……

Kau selalu berusaha tersenyum didepan anakmu

senyummu tulus dan jujur dikala ku senang

butiran air mata yang kau teteskan seakan tak ada artinya bagimu

kau mengabaikan semua beban penderitaanmu

kau selalu tegar dalam menjalani hidupmu demi anakmu

sebuah ujian kehidupan selalu kau jalani dengan penuh semangat

tak ada keluh kesah yang terlukis diwajah tampanmu

yang ada hanyalah senyuman tulus demi kebahagiaanku sebagai anakmu



kini waktu terus berjalan , kau selalu meniti kehidupanmu tanpa mengeluh

kau menghidupi keluargamu, kau membahagiakan istri dan anakmu

kau selalu mengerti dikala ku sedang membutuhkanmu

namun aku terkadang terlalu egois, hingga membuatmu khawatir

walau ku tahu kekhawatiranmu adalah tanda kasih sayangmu untukku

mamun ku tetap menjadi anak yang tak ada arti tanpa bimbinganmu

Disaat ku terjatuh akan hinaan semua insan

ayahlah yang selalu membelaku

disaat mereka tak peduli denganku

ayahlah yang senantiasa memperdulikanku

dan disaat ku membutuhkan yang ku inginkan

ternyata ayah jua yang berusaha mendapatkan semua itu

Allah….. jiwa ini takkan mampu untuk menggantikan jiwanya yang telah lelah

namun apakah ku mampu memberi kebahagiaan seperti dia membahagiakanku?

deraian air mata ini selalu mengalir disaat ku teringat akan sosok seorang ayah

hembusan angin malam selalu hadir disaat ku merindukannya

Seiring waktu berlalu , tangis tawa menghampiriku

seorang ayah datang dengan seribu senyuman yang tampak diwajahnya

Andai bisa ku mengulang waktu hilang yang terbuang

andai ku dapat menghapus pedih dihatinmu wahai ayah

namun semua itu tak akan bisa ku lakukan

Ya Allah….. muliakanlah hidup ayahku

hadirkanlah senyuman diwajahnya yang bersianar dengan air wudlu

ya Allah…..berilah ia hadiah syurgaMU

karena cintanya tulus karenaMU

“Allah selalu menjagamu…. wahai ayah

“Allah selalu menemanimu disetiap langkah kakimu bergerak

aku menyayangi ayah karena Allah,,,,,kasih sayang ini takkan terputus sampai kapanpun,,,,,,,

Selamanya akan selalu mengalir dengan diiringi cinta karena Allah…


~TYA~

* Sumber : http://www.islamedia.web.id/ 
 

Gabungan Aktivis Hijabers Community Gelar Aksi “Gerakan Berhijab” di Monas

Gabungan aktivis Hijabers Community, Hijabografic, Teachers Working Group, Hijabers ITJ dan  FSLDK JABEDE menggelar Aksi Gerakan Menutup Aurat di Lapangan Silang Monas (10/1) Jakarta Pusat.
Gerakan ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali wajib dan pentingnya menutup aurat bagi perempuan. Peserta aksi pagi tadi juga membagikan jilbab kepada para pengunjung Monas dan selebaran yang berisi himbawan untuk menutup aurat.
Umbah Hardiyansyah selaku koordinator aksi mengatakan, Kegiatan serupa akan diadakan pada tanggal 14 Februari nanti di Bundaran Hotel Indonesia, yang juga bertepatan dengan Hari Valentine yang biasa dirayakan oleh para muda-mudi. Aksi Gerakan Menutup Aurat ini juga dilakukan serentak didua kota, bali dan bekasi, Tambahnya.
Acara Aksi Gerakan Menutup Aurat ditutup dengan long march mengelilingi Tugu Monas sambil meneriakkan yel-yel “Ayo tutup auratmu, ayo tutup auratmu, ayo tutup auratmu. Jangan buka auratmu, jangan buka auratmu. Karna itu mahkotamu”. [SJ/Teks & Foto : Fajrul]

* Sumber : http://suarajakarta.com
 

Puasa, Penghapus Dosa Kita


Marhaban ya syahra ramadlan Marhaban ya syahra as-shiyami.
Marhaban ya syahra ramadlan Marhaban ya syahra’ al-qiyami.




Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) tentang fadhilah shoum di bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه
“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan berhadap ganjaran dari Allah SWT maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun alaih)

Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim ini, ada dua syarat agar diampuni semua dosa yang telah lalu bagi orang yang menunaikan shoum Ramadhan, yaitu iman dan ihtisab.
Makna iman dan Ihtisab yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya.
Lalu apa makna dan urgensi dua kata itu sehingga sampai menjadi syarat diampuninya dosa-dosa yang telah lalu?

Iman dan Ihtisab
Iman (bahasa) artinya percaya. Menurut Dr. Yusuf Al Qardhawy, iman artinya keyakinan/kepercayaan yang meresap ke dalam hati dan memberi pengaruh bagi pandangan hidup, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari.

Karena iman (percaya/keyakinan) yang kuat ini akan menjadi (spirit) penyemangat akan selalu menggelora sehingga menimbulkan energi besar yang mendorong untuk mengerjakan suatu perbuatan.

Bagi seseorang yang beriman (percaya) bahwa jika dia mendapatkan peluang, tentu dia akan mendapat keuntungan yang besar, maka kepercayaan (keimanan) ini akan menghasilkan buah hamasah (semangat) untuk berbuat, memanfaatkan peluang tersebut.
Dia akan menikmati proses tersebut, meski harus merasakan situasi dan kondisi yang sesulit apapun.
Karena dengan iman itulan dia sadar tentang arti pengorbanan “laa  izzata (imana) illa bittadhhiyah”.
“Takkan Surut walau selangkah, takkan henti walau sejenak”, Apapun rintangan yang menghadangnya tidak dijadikan sebagai beban namun sebagai perjalanan mulia yang berakhir syurga. Inilah rahasia dari iman (percaya) terhadap asa yang akan ia raih di masa mendatang, buah dari pengorbanannya.

Sedangkan ihtisab dapat diartikan dengan penuh perhitungan dalam setiap perbuatannya.
Jika kita renungkan lebih dalam, ternyata iman dan ihtisab, tidak saja urgen untuk syarat terampuninya dosa-dosa namun juga penting bagi syarat tercapainya misi suatu perbuatan/pekerjaan.

Ihtisab juga berarti  koreksi dan penilaian. Dengan kata lain, makna dari ihtisab adalah suatu koreksi diri dan penilaian sendiri pada amal kita selama Ramadhan, apakah amalan itu akan mendapatkan ridho dari Allah swt. Sehingga ihtisab akan membawa pada asa/pengharapan terhadap ridho Allah swt.
Pada bulan Ramadhan, sebaiknya kita lebih banyak introspeksi diri, baik dari amal perbuatan kita, maupun dari ibadah-ibadah yang kita lakukan. Bulan ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk evaluasi diri.

Jadi, shoum kita di bulan Ramadhan ini  jika didasari dengan iman yang benar sehingga sampai menimbulkan sikap ihtisab, niscaya akan membuat puasa kita menjadi puasa yang berkualitas, yang akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, amiin. Wallohu a’lam bishowab.

*) Dhanie
     Dari berbagai sumber
*) dari : http://rumahdakwahkita.blogspot.com/

 

Say No To Liberal And Say Yes To Islam

Ilustrasi (pusatbikinpin.com)
Hari demi hari roda kehidupan terus berputar, pemikiran pun terus berkembang mulai dari pemikiran yang bersifat tradisional sampai dengan pemikiran modern. Seperti yang marak saat ini, dimana pada kalangan ilmuwan, mahasiswa, dan pelajar, sudah barang tentu JIL (Jaringan Islam Liberal) bukan kalimat yang asing sebagai bahan perbincangan.
Olehnya melihat kondisi pada umumnya, terutama pada kalangan masyarakat yang masih kebal dengan pemahaman JIL (Jaringan Islam Liberal) dan saya sebagai mahasiswa yang sedang menempuh strata 1 di Maroko Afrika Utara, kebetulan hal-hal semacam ini sangat erat kaitannya dengan jurusan yang sedang saya geluti.
Say No Liberal and Say Yes To Islam, boleh diartikan katakan tidak untuk Islam Liberal dan katakan Ya untuk Islam hakiki. Mengapa demikian..? Bukankah JIL bagian dari dakwah syiar Islam juga….! Memang sejenak terdiam memperhatikan JIL, apalagi melihat label kalimat yang digunakan termuat kata ‘’Islam” eits jangan termakan dengan kata Islam pada label JIL sebab akhir-akhir ini telah marak diberitakan mulai dari forum diskusi yang dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh NU dengan tokoh JIL Ulil Absar Abdallah, sampai dengan bedah buku yang dilakukan sejumlah penulis buku tentang penolakan atas paham-paham yang disyiarkan oleh JIL, mengapa pemahaman mereka ditolak ….? Berikut alasannya:
1.  Menganggap semua agama sama dan benar
Sudah menjadi pemahaman umum bahwa jaringan liberal menganggap semua agama sama dan benar, hal  ini sangatlah kongkret bahwa monopoli kebenaran agama yang ada di dunia adalah hanyalah Islam, ya Islamlah agama yang mempunyai kebenaran mutlak, bukan kebenaran relative. JIL merupakan sebuah jaringan yang mengatasnamakan Islam padahal sudah sangat jelas pemahaman yang disyiarkan pada kalangan mahasiswa, ilmuwan, bertolak belakang dengan al-Quran, Bukan Umat Islam Yang Meng-klaim Bahwa Agamanyalah Yang Memiliki Monopoli Kebenaran Melainkan Allah Swt Secara Langsung Menegaskan Bahwa Agama Islamlah Yang Paling Benar renungilah ayat berikut:
Sesungguhnya Agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam”, (QS Ali Imran ayat 19),
Sampai detik ini dari sekian Masyayikh (Dosen-dosen) yang mengajar di Univ. Sidi Mohammed Ben Abdellah Maroko Afrika Utara belum ada yang menyatakan bahwa ayat ini dimansukh oleh ayat lain, dalam artian ayat ini tetaplah berlaku hingga zaman modern ini. Jadi sudah jelaslah bahwa pemahaman yang mengatakan semua Agama sama dan benar adalah bathil (salah) karena bertolak belakang dengan Al-Quran. Perlu diketahui pemahaman ini sangatlah fatal, bathil bagi kalangan umat muslin nusantara dan dunia. Bahkan penolakan paham ini tak hanya dari kalangan Islam saja, akan tetapi muncul juga dari multi agama, sangatlah real agama lain seperti Kristen dan agama lain tentunya tak mau juga agamanya disamaratakan dengan agama lain. In the Holy Quran Allah menjelaskan lagi
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dengan sebenar-benar takwa dan jangan kalian mati kecuali mati dalam keadaan muslim atau beragama Islam.” (QS. Al-Imran: 102).
Dari sekian ayat yang tertera dalam tetesan tinta ini, sangatlah logis, bahwa Islam agama yang paling benar. Namun bukan berarti bagi kita kaum muslimin harus memaksa orang lain untuk tunduk dan ikut memeluk agama Islam, apalagi sampai menyebarkan bom alias terror demi kebencian belaka terhadap agama lain, Islam tidak pernah mengajarkan paksaan untuk memeluk agama ini, dalam al-Quran “LA IKROHA FIDDIN’’ Artinya: tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam. Nah bagi umat muslim sejati di seluruh dunia khususnya di Sulawesi Barat jangan pernah menerima pemahaman JIL dengan mengatakan semua Agama sama dan benar. Satu-satunya perkataan yang paling benar dan patut dipercayai adalah sastra-sastra Allah melalui tulisan yang ada dalam kitab suci Al-Quran.
2. Berusaha  Membubarkan Ormas Islam
Kaum LIBERAL memfitnah Gerakan Islam yang Istiqamah sebagai preman berjubah, anarkis, radikalis. Bahkan kaum LIBERAL selalu berusaha untuk membubarkan Ormas Islam Istiqamah dengan berbagai macam cara. Di antaranya ingin membubarkan organisasi FPI (Forum Pembela Islam), dengan alasan anarkis, dengan berbagai cara padahal jika berpikir rasional sangat fatal, dan bukan solusi yang tepat untuk membubarkan organisasi Islam lainnya. Jika memang benar FPI anarkis, tidak sesuai ketentuan UU, maka sebaiknya ditempuh jalan yang baik bukan dengan saling fitnah-memfitnah, saling serang menyerang, demonstrasi,   membuat jalan semakin macet. Alangkah baiknya jika kedua organisasi ini bersatu padu mencari solusi dan letak kesalahan, solusi demi ketenteraman rakyat, masyarakat Republik Indonesia. Saya sangat sepakat dengan ustadz Arifin Ilham, dalam pernyataan beliau yang dimuat di account FB, sangat jelas menolak pembubaran FPI sedangkan LIBERAL senantiasa ingin membubarkan organisasi Islam yang menyuarakan syariat Islam.
Nah sekarang wadhih, jelaslah Liberal bukan pemahaman Islam, melainkan pemahaman sebahagian kaum barat yang selalu ingin memberantas kaum muslimin, kaum berjenggot, setiap ustadz, syuyukh pasti selalu dimatai-matai dan dicarikan alasan agar dijebloskan ke dalam penjara, itulah hobby sebahagian kaum kafir yang tidak senang dengan kaum muslimin. Namun tidak semua kaum kafir seperti itu. Kafir ada dua macam yaitu kaum kafir dzimmi dan kafir harbi. Kaum kafir dzimmi adalah seluruh manusia yang tidak memeluk agama Islam tapi tidak mengganggu ketenteraman umat Islam. Sedangkan kafir harbi adalah orang yang tidak memeluk agama Islam dan berusaha memerangi umat Islam, nah kafir seperti inilah yang seharus diperangi menurut al-Quran dan assunnah. Sebagai contoh jika ada kaum kafir yang senantiasa ingin membantai orang-orang sedang shalat di masjid maka mereka itulah kaum kafir harbi. Pada Intinya FPI dan JIL harus introspeksi diri serta harus mencari solusi bukan malah saling fitnah memfitnah lewat media. Yang jelas selama FPI tidak bertentangan dengan UUD, dan tetap menempuh rel syariat Islam maka majulah terus karena itu adalah amar ma’ruf nahi mungkar sedangkan JIL nama tak masalah tapi jikalau masih menyiarkan dakwa tentang pembenaran semua agama dan menyatakan semuanya sama maka hal itu adalah pemahaman salah menurut al-Quran bukan menurutku. Buat JIL dan FPI satukanlah visi misi menuju ummatan wahidah umat yang bersatu, dengan tujuan yang satu tegakkan persatuan dalam Islam dan jangan menumbuhkan perpecahan.
Sekali lagi saya katakana “Say No Liberal and Say Yes to Islam” selama JIL menganggap Semua agama sama dan benar maka JIL bukan bagian dari Islam, jika JIL merubah statemen ini maka JIL termasuk bagian dari Islam. Sebelum ketukan jari ini mengakhiri camkanlah jika ada dari kalangan umat muslim mengatakan bahwa semua agama sama dan benar maka dia harus rela dibakar jika kelak sudah meninggal dikafani dan dibakar ala agama Hindu. Dengan demikian saya baru yakin bahwa orang yang mengatakan semua agama sama dan benar, benar-benar dari hatinya bukan dari mulutnya saja.
*) Oleh: Sukmahadi

*) Sumber: http://www.dakwatuna.com

Kasih Sayang Allah

Maha Suci Allah yang telah mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya iman. Cahayanya tidak akan menyilaukan mata, justru akan menimbulkan pendaran pada orang-orang di sekelilingnya. Meskipun tidak semua mau terkena pendarannya, tidak apa, terpenting kita telah membagi sinarNya. Karena hanya hati yang telah merasakan nikmatNya bercengkerama dengan Allah yang tak sanggup menghalau cahaya iman. Dan karena hanya Allah yang mampu membuka pintu hidayah kepada hamba-hambaNya.
Jika bukan karena kasih sayang Allah yang teramat sangat pada hambaNya, pasti Dia akan tetap membiarkan kita jatuh pada lubang kegelapan. Jangan pernah menyalahkan Allah atas keburukan yang terjadi. Hanya kita saja yang selalu menghalau kasih sayangNya.
Kita adalah sumber kelemahan, sedang Allah adalah sumber kekuatan. Allah tidak membutuhkan apapun dari kita, Dia yang menciptakan kita. Kita yang sangat membutuhkan uluran kasih sayangNya. Amat sombongnya diri kita, jika telah mampu mengucapkan bahwa apa yang kita usahakan adalah jerih payah sendiri. Amat sombongnya kita, jika dalam helaan nafas pernah berniat untuk melupakan bahwa ada campur tangan Allah di dalamnya. Rabbighfirlii…
Kita lemah, kita hina, bagai debu yang terinjak. Adakalanya derajat kita terangkat, adalah kebaikan Allah kepada hambaNya. Hanya Allah, semua karena Allah. Matahari yang terbit dari Timur kemudian kembali tenggelam di Barat. Burung-burung yang melanglang mencari rizki dan pulang dengan perut kenyang. Sehelai daun yang jatuh, semua adalah takdirnya. Tiada sedetik episode seluruh alam semesta kecuali dengan campur tanganNya.
Terjatuh, semua orang pernah jatuh. Tapi tidak semua orang tersadar sedang jatuh atau tidak. Terluka, semua orang pernah terluka. Jangan dulu menghakimi Allah. Jangan dulu menggugat Allah. Jangan dulu mengasingkan Allah di dalam pikiran terlebih di dalam hati. Jika kita lupa pun, Allah tidak merugi. Kita yang akan merugi, terhapus ketenangan di dalam hati.
Sejenak ingat Allah, sejenak saja. Rasakan kehadirannya teramat dekat melebihi urat leher. Rasakan suara kita terdengar jelas olehNya. Rasakan cerita kita berada dalam genggamanNya. Karena Allah pasti akan menggenggam segala resah, doa dan mimpi-mimpi kita.
Jika kita pernah merasa teramat jauh dariNya. Segeralah merangkak menujuNya. Karena Allah akan berlari kepada kita. Tiada lagi kebahagiaan yang mampu melebihi kebahagiaan saat hati terasa tenang kala menyebut   nama Allah.
Kita hanya bisa berusaha, berusaha dan berusaha berjalan kepadaNya. Jatuh bangun kita, biar Allah saja yang tau. Biar Allah yang nilai. Sungguh, kita tidak akan bisa tanpa Allah.
Jangan pernah melihat siapa yang menulis. Karena sebagai hamba, tidak pernah terlepas dari dosa.
Tapi lihatlah isinya, jika bermanfaat, maka amalkanlah.
Allahua’lam.
Renungan diri sendiri.


Fadhilah Shaum Bulan Muharram

Dalam Islam ada empat Bulan yang dimuliakan oleh Allah swt. Yaitu, Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab. Di bulan-bulan ini umat manusia dihimbau untuk tidak melaksanakan pertumpahan darah. Dan bagi umat Islam, bulan-bulan ini dianjurkan untuk meningkatkan taqarrub ilallah.

Keutamaan Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.

INFORMASI SISWA BARU 2013/2014 : Ahad , 14 Juli 2013 Penting !